Portfolio · 2025 Jay Fajarshd / Jakarta, ID
Currently VP People · Tumbuh Bersama

Building cultures where people stay.

Role Human Resources Director
Practice Talent · Culture · Org Design
Sectors Tech · Finance · Consumer
Tenure 12+ years in people practice
Scroll to read
Manifesto · 01

People before strategy.
Culture before performance.

Filed Jakarta · 2025
Length 4 min read
Discipline People & Organization

Saya percaya pekerjaan HR bukan tentang mengelola orang — itu konsekuensi kedua. Pekerjaan utamanya adalah merancang sistem tempat orang bisa menjadi versi terbaik mereka tanpa harus kehilangan kemanusiaannya.

Dua belas tahun lalu saya mulai dari meja rekrutmen pertama di lantai sembilan sebuah gedung di Sudirman. Sejak itu saya sudah merekrut lebih dari tiga ribu orang, melatih ratusan pemimpin, dan menjadi bagian dari delapan transformasi organisasi. Yang saya pelajari sederhana: strategi bisa disalin, kultur tidak.

Kinerja yang berkelanjutan tumbuh dari rasa aman, bukan dari ketakutan. Tugas HR adalah membangun ruang aman itu — dengan kebijakan, dengan ritual, dengan teladan pemimpin, dan dengan kesabaran.

Setiap kebijakan yang saya tulis, setiap program yang saya rancang, dan setiap percakapan sulit yang saya fasilitasi tunduk pada satu ujian: apakah ini membuat orang lebih percaya pada organisasi, atau lebih takut padanya?

Portofolio ini bukan daftar prestasi. Ini catatan kerja — apa yang saya pelajari, apa yang saya ubah, dan di mana saya masih gagal. Karena dalam HR, seperti dalam membangun rumah, pekerjaan yang jujur adalah yang ditinggalkan, bukan yang dipamerkan.

By the numbers · 02

Twelve years,
measured in people.

Angka bukanlah tujuan — tapi ia bahasa yang dimengerti kedua belah pihak: yang mengelola dan yang dikelola.

01 / Tenure
0+ yrs
Dalam praktik people & organization, lintas sektor
02 / Hires
0+
Rekrutmen yang difasilitasi, dari fresh graduate hingga C-level
03 / Leaders
0+
Pemimpin yang dilatih melalui program pengembangan internal
04 / Orgs
0
Transformasi organisasi yang dipimpin atau jadi bagian inti
05 / Retention
0%
Rata-rata retensi tahunan di tim yang saya bangun
06 / Industries
0
Sektor: technology, financial services, consumer goods, manufacturing
Capabilities · 03

A practice built on
eight disciplines.

Setiap disiplin di bawah ini saya praktikkan secara berkelanjutan — bukan sebagai layanan, tapi sebagai cara berpikir.

Career path · 04

A path, not
a ladder.

Lima babak karier, masing-masing mengajarkan satu hal yang tidak bisa diajarkan di kelas manapun.

2021 — Present

VP People

Tumbuh Bersama · Financial Services

Memimpin transformasi people function dari unit operasional menjadi strategic partner. Membangun leadership pipeline internal, merancang ulang struktur kompensasi, dan menurunkan attrition dari 24% menjadi 9% dalam 18 bulan.

Headcount 620 → 1,400
Team 24 HR professionals
2018 — 2021

Head of People

Niagakarya Tech · E-commerce

Membangun HR function dari nol selama fase hyper-growth. Skala tim dari 80 hingga 480 karyawan, mendirikan pertama performance review system, dan meluncurkan program pengembangan pemimpin pertama yang masih berjalan hingga kini.

Growth 6x in 3 years
Engagement 6.8 → 8.4 / 10
2015 — 2018

HR Business Partner

Sinar Mas Group · Conglomerate

Mendampingi tiga business unit berbeda selama periode restrukturisasi. Mengelola outplacement, change management, dan komunikasi internal selama periode sulit. Belajar bahwa kejujuran adalah strategi komunikasi yang paling murah.

Units 3 business units
Transitions 180 role changes
2012 — 2015

Talent Acquisition Lead

Garuda Investama · Investment

Membangun sourcing strategy pertama untuk posisi profesional dan mid-management. Mengubah proses rekrutmen dari intuition-based menjadi structured-interview-based, dan menurunkan time-to-hire dari 78 hari menjadi 32 hari.

Hires 420 placements
Time-to-hire −59% efficiency
2010 — 2012

HR Generalist

Karya Mandiri · Manufacturing

Babak pertama. Belajar dasar-dasar HR di lapangan: mengurus absensi, menyusun kontrak, mendampingi karyawan yang sakit, menyelesaikan sengketa kecil. Bukan pekerjaan yang glamor, tapi fondasi yang tidak bisa diganti.

Workforce 450 employees
Site Cikarang factory
Selected work · 05

Four assignments
that taught me the most.

Setiap case di bawah ini bukan tentang angka semata — tapi tentang keputusan yang diambil ketika angka dan manusia tidak sepakat.

Case 01 · 2023 Talent Transformation

Rebuilding the talent funnel at Tumbuh Bersama

Time-to-hire naik ke 68 hari, biaya rekrutmen membengkak, dan kualitas hire menurun. Diagnostic menyasar tiga akar masalah: job description yang ketinggalan zaman, sourcing channel yang salah sasaran, dan interviewer yang tidak terlatih.

64% Reduction in
time-to-hire
Case 02 · 2020 Culture Reboot

Culture reboot at Niagakarya Tech

Skala cepat tanpa kultur yang jelas menyebabkan silo antar tim, ego di level pemimpin, dan engagement yang turun. Dirancang ulang ritual organisasi: town hall bulanan, retrospektif quarter, dan peer-recognition yang terstruktur.

8.4 Engagement score
from 6.8 baseline
Case 03 · 2022 Leadership Pipeline

Building leaders from within at Sinar Mas

Tiga divisi mengalami krisis suksesi — semua pemimpin senior akan pensiun dalam lima tahun dan tidak ada pool pengganti. Dirancang program pengembangan 18 bulan untuk 24 calon pemimpin, dengan mentor, project assignment, dan coaching.

38 Internal promotions
in 18 months
Case 04 · 2021 Compensation Redesign

Closing the pay equity gap at Garuda Investama

Audit kompensasi mengungkap gap 14% untuk peran setara, terutama pada gender. Dilakukan job grading ulang, benchmark eksternal, dan transisi bertahap tiga tahun untuk menutup gap tanpa mengganggu struktur gaji yang sudah ada.

2% Pay equity gap
from 14% baseline
Field notes · 06

Things I keep
repeating to myself.

Bukan kutipan dari buku — tapi kalimat yang saya temui sendiri di lapangan, dan ternyata terus terpakai.

Note 01

"Kultur adalah apa yang orang lakukan ketika tidak ada yang melihat. Sisanya hanya poster di dinding."

— Setelah audit kultur pertama, 2014
Note 02

"Rekrut untuk tim yang ingin Anda menjadi, bukan untuk tim yang Anda punya. Karena tim yang Anda punya akan berubah dalam dua tahun."

— Catatan hiring, 2017
Note 03

"Biaya hire yang buruk hampir tidak pernah sekadar gaji. Ia meracuni tim, memakan waktu pemimpin, dan menunda keputusan yang seharusnya bisa diambil lebih cepat."

— Setelah satu keputusan rekrutmen yang salah, 2019
Note 04

"Performance review seharusnya percakapan, bukan vonis. Kalau satu arah — itu bukan review, itu pengumuman."

— Saat merancang ulang sistem review, 2020
Note 05

"Karyawan tidak keluar dari perusahaan. Mereka keluar dari pemimpin langsungnya. Hampir selalu."

— Pola dari 200+ exit interview, 2021
Note 06

"Kebijakan yang baik adalah yang bisa Anda jelaskan tanpa membaca dokumennya. Kalau butuh slide, ia terlalu rumit."

— Setelah menerbitkan kebijakan pertama yang dibenci, 2013
Approach · 07

How I work,
in four motions.

Tidak ada formula. Tapi ada urutan yang dipelajari dari kesalahan — dan dipakai berkali-kali sejak itu.

01

Listen

Wawancara pemangku kepentingan, pulse survey, shadowing harian. Tidak ada rekomendasi sebelum dua minggu mendengar.

02

Diagnose

Analisis data orang, mapping akar masalah, dan pemisahan gejala dari penyebab. Laporan ditulis pendek, dibaca senior leadership dalam 15 menit.

03

Design

Solusi dirancang bersama orang yang akan menjalankannya — bukan untuk mereka. Prototype kecil, feedback cepat, iterasi sebelum launch.

04

Embed

Pilot di satu tim, ukur, perbaiki, scale perlahan. Training pemimpin, dokumentasi ritual, dan metric dashboard yang dimiliki HR — bukan konsultan.

Let's talk.
Get in touch · 08

If you are building
something that needs people.

Saya menerima percakapan singkat tanpa komitmen — kopi 30 menit di Jakarta Selatan, atau video call dari mana saja. Topik bebas: advice rekrutmen, transformasi tim, atau sekadar berbagi pengalaman.

Start a conversation